Skip to content

My Blog

My WordPress Blog

Menu
  • Sample Page
Menu
Jenis probiotik yang umum digunakan

Cara Membuat Pakan Ikan Menggunakan Starter Fermentasi Probiotik

Posted on December 9, 2025

Teknik Membuat Pakan Ikan Rendah FCR dengan Starter Probiotik

Jenis probiotik yang umum digunakan

Biaya pakan selalu menjadi tantangan terbesar dalam budidaya ikan. Ketika harga pakan komersial terus naik, banyak pembudidaya mulai mencari solusi alternative yang lebih efisien namun tetap berkualitas. Salah satu metode yang semakin populer adalah membuat pakan ikan fermentasi menggunakan starter probiotik.

Fermentasi bukan sekadar cara mengawetkan pakan; proses ini juga meningkatkan nilai gizi, meningkatkan kecernaan, memperbaiki aroma, dan menekan rasio konversi pakan (FCR). Dengan manajemen yang tepat, pakan fermentasi probiotik mampu meningkatkan pertumbuhan ikan dan mengurangi limbah pakan di kolam.

Artikel ini membahas manfaat fermentasi, probiotik yang umum digunakan, langkah-langkah pembuatan pakan fermentasi, durasi fermentasi ideal, serta cara pemberiannya di kolam.

Manfaat Fermentasi pada Pakan

Fermentasi mengubah pakan biasa menjadi pakan yang lebih mudah dicerna dan kaya nutrisi. Proses biologis ini melibatkan mikroorganisme baik yang memecah karbohidrat, protein, dan serat kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana. Hasilnya, ikan dapat menyerap nutrisi lebih cepat dan lebih optimal.

Berikut manfaat fermentasi yang paling penting bagi budidaya ikan:

1. Meningkatkan Kecernaan Nutrisi

Selama fermentasi, probiotik melepaskan enzim seperti protease, amilase, dan lipase. Enzim ini memecah protein menjadi asam amino, karbohidrat menjadi gula sederhana, dan lemak menjadi asam lemak.

Kecernaan meningkat hingga 15-30% tergantung bahan baku. Ketika nutrisi lebih mudah diserap, ikan tumbuh lebih cepat.

2. Menurunkan FCR dan Menghemat Pakan

Pakan fermentasi membuat ikan merasa lebih mudah makan dan mencerna. Efisiensi penyerapan nutrisi menyebabkan FCR turun 10-30%. Ini berarti pembudidaya menggunakan lebih sedikit pakan untuk menghasilkan bobot panen yang sama.

3. Meningkatkan Kadar Protein

Fermentasi dapat meningkatkan kadar protein kasar secara alami, terutama jika pakan mengandung bahan nabati seperti ampas tahu, dedak, atau bungkil kedelai. Mikroba fermentatif berkembang dalam bahan pakan sehingga menambah biomassa protein.

4. Menghilangkan Bau Amonia dan Anti-Nutrisi

Bahan nabati sering mengandung anti-nutrisi seperti tripsin inhibitor dan fitat. Fermentasi membantu menurunkan kandungan zat penghambat ini. Selain itu, fermentasi mencegah pembusukan sehingga pakan tidak berbau amonia.

5. Memperbaiki Aroma dan Palatabilitas

Ikan lebih menyukai pakan dengan aroma asam segar yang khas fermentasi. Aroma inilah yang membuat ikan lebih lahap, sehingga sisa pakan di kolam berkurang.

6. Mengurangi Patogen

Mikroorganisme positif seperti Lactobacillus akan mendominasi selama fermentasi. Kondisi asam yang dihasilkan membuat patogen seperti E. coli dan Salmonella sulit bertahan. Pakan lebih aman bagi ikan.

Jenis Probiotik yang Umum Digunakan

Tidak semua probiotik cocok untuk fermentasi pakan. Beberapa hanya cocok untuk aplikasi air kolam, sementara lainnya dirancang untuk pakan. Probiotik untuk fermentasi harus menghasilkan enzim pencerna dan tahan kondisi asam.

Berikut probiotik yang paling sering digunakan:

1. Lactobacillus plantarum

Jenis bakteri asam laktat ini ideal untuk fermentasi pakan berbasis nabati. Bakteri ini memproduksi asam laktat, menurunkan pH, dan memperbaiki aroma pakan.

Manfaat utama:

  • meningkatkan palatabilitas
  • mencegah jamur
  • menambah sifat anti bakteri alami

2. Bacillus subtilis

Bakteri ini populer dalam industri pakan karena kemampuannya menghasilkan enzim protease, lipase, dan amilase.

Keunggulan:

  • meningkatkan kecernaan
  • stabil meski kondisi pakan berubah
  • menekan bakteri patogen

3. Saccharomyces cerevisiae (Ragi)

Ragi kaya vitamin B kompleks yang meningkatkan metabolisme ikan. Ragi juga mempercepat proses fermentasi.

Manfaat:

  • meningkatkan kandungan protein
  • memperbaiki tekstur pakan
  • mempercepat pertumbuhan probiotik lain

4. Bacillus amyloliquefaciens

Jenis Bacillus ini berfungsi memecah amilum sehingga cocok untuk pakan berbasis jagung atau dedak.

5. Probiotik komersial untuk pakan

Produk seperti EM4 Perikanan, Probiotik Pakan Bakteri Bacillus sp., atau probiotik cair pabrik sudah diformulasikan secara khusus. Penggunaannya lebih mudah dan konsisten.

Probiotik cair lebih populer karena langsung aktif tanpa perlu diaktifkan ulang.

Langkah Pembuatan Pakan Fermentasi

Pembuatan pakan fermentasi tidak rumit. Proses ini dapat dilakukan baik skala kecil maupun besar. Kunci utamanya adalah menjaga kebersihan, perbandingan bahan tepat, dan kondisi anaerob (kedap udara).

Berikut langkah-langkah lengkapnya:

1. Siapkan bahan baku pakan

Gunakan kombinasi bahan hewani dan nabati sesuai jenis ikan:

Contoh bahan:

  • dedak halus
  • bekatul
  • bungkil kedelai
  • tepung jagung
  • tepung ikan
  • tepung maggot
  • ampas tahu kering
  • mineral & vitamin

2. Campurkan semua bahan kering

Aduk semua bahan secara merata. Pastikan tidak ada gumpalan. Tujuannya agar probiotik nantinya tersebar rata.

Rasio umum:

  • 70% bahan nabati
  • 20% bahan hewani
  • 10% campuran mineral-vitamin dan binder

3. Buat larutan probiotik

Campurkan:

  • 10-20 ml probiotik cair
  • 1 liter air bersih
  • 50-100 gram molase/gula merah cair

Larutan ini menjadi media tumbuh bakteri.

4. Campurkan larutan probiotik ke bahan pakan

Tuang secara perlahan sambil diaduk. Tekstur ideal yaitu lembap (30-40% kadar air), tidak terlalu basah, dan tidak menggumpal.

Panduan tekstur:

  • Jika digenggam, bahan terasa padat tetapi tidak menetes.
  • Jika terlalu basah, fermentasi cenderung membusuk.

5. Masukkan ke dalam wadah fermentasi

Gunakan drum plastik, ember besar, atau kantong silo kedap udara. Padatkan bahan agar udara keluar.

Kondisi terbaik:

  • kedap udara
  • suhu 28-35°C
  • kelembapan stabil

6. Tutup rapat dan simpan di tempat teduh

Proses fermentasi dimulai saat wadah tertutup. Jangan membuka selama fermentasi berlangsung kecuali untuk pengecekan terbatas.

Lama Waktu Fermentasi & Kualitas Akhir

Durasi fermentasi menentukan kualitas pakan. Fermentasi terlalu cepat akan membuat bakteri belum optimal berkembang, sementara fermentasi terlalu lama membuat bahan mengering dan nutrisi menurun.

Durasi fermentasi ideal:

  • Fermentasi cepat: 24-48 jam
  • Fermentasi standar: 3-5 hari
  • Fermentasi premium: 7 hari

Durasi paling umum digunakan pembudidaya adalah 2–3 hari karena hasilnya stabil.

Ciri pakan fermentasi berkualitas:

  1. Aroma asam segar, bukan bau busuk.
  2. Warna lebih cokelat dan merata.
  3. Suhu wadah tidak terlalu panas.
  4. Tekstur lembut namun tidak berlendir.
  5. pH berkisar 4-5.

Jika terdapat jamur hitam atau bau amonia menyengat, fermentasi gagal.

Kesalahan yang sering terjadi:

  • Kadar air terlalu tinggi.
  • Wadah tidak kedap udara.
  • Probiotik tidak aktif atau sudah kedaluwarsa.
  • Bahan pakan tercemar jamur sejak awal.

Pembudidaya harus memastikan semua bahan kering berkualitas baik sebelum proses fermentasi.

Dosis Pemberian di Kolam

Pakan fermentasi memiliki karakter berbeda dari pakan biasa. Karena lebih mudah dicerna, dosis pemberiannya perlu disesuaikan agar tidak terjadi overfeeding.

1. Ikan Omnivora (Lele, Nila)

  • Dosis: 2-3% dari biomassa
  • Frekuensi: 2-3 kali sehari
  • Waktu terbaik: pagi dan sore

2. Ikan Herbivora (Patin, Gurame)

  • Dosis: 3-5% dari biomassa
  • Frekuensi: 2 kali sehari

3. Ikan Karnivora (Kakap, Kerapu)

  • Komposisi fermentasi harus mengandung protein tinggi
  • Dosis: 1,5-2,5% biomassa

4. Teknik pemberian

  • Beri sedikit dulu untuk memancing ikan.
  • Pantau respon ikan 10 menit pertama.
  • Hentikan jika ikan mulai pasif.

Pakan fermentasi cenderung lebih cepat tenggelam, jadi pemberian harus lebih terkontrol untuk menghindari sisa di dasar kolam.

5. Penyesuaian saat cuaca buruk

  • Kurangi dosis 20-30%
  • Tambahkan probiotik pada air untuk menjaga kualitas

Fermentasi membantu ikan tetap mau makan meski kondisi kolam kurang ideal.

Keuntungan Ekonomi Menggunakan Pakan Fermentasi

Banyak pembudidaya melaporkan manfaat nyata setelah menggunakan pakan fermentasi probiotik:

  • Efisiensi pakan meningkat
  • FCR turun hingga 25%
  • Pertumbuhan ikan lebih seragam
  • Ketahanan ikan terhadap penyakit meningkat
  • Mortalitas menurun
  • Biaya pakan total turun 15-40%

Ini membuat pakan fermentasi menjadi solusi ekonomis untuk budidaya intensif maupun semi intensif.

Penutup

Pakan fermentasi probiotik adalah inovasi sederhana tetapi sangat berdampak dalam budidaya ikan. Fermentasi meningkatkan kecernaan, menambah protein, memperbaiki aroma, dan menurunkan FCR. Dengan memilih probiotik yang tepat, mengikuti langkah-langkah fermentasi, menjaga kondisi anaerob, dan memberikan pakan sesuai dosis, pembudidaya dapat meningkatkan efisiensi sekaligus menekan biaya produksi.

Teknologi ini cocok untuk berbagai jenis ikan dan dapat diaplikasikan pada skala kecil hingga industri besar. Fermentasi dapat menjadi kunci keberhasilan budidaya yang lebih stabil, hemat, dan ramah lingkungan.

Ingin meningkatkan kualitas pakan ikan dan hasil panen Anda? Klik tautan ini untuk melihat jadwal terbaru dan penawaran spesial, serta pelajari cara membuat pakan ikan mandiri yang hemat dan berkualitas tinggi!

Referensi (Teoritis & Umum)

  1. FAO (2020). Probiotics and Fermented Feed in Aquaculture.
  2. NRC (2011). Nutrient Requirements of Fish and Shrimp.
  3. Tacon, A. (2019). Fermented Feed for Aquaculture: Efficiency & Growth Benefit.
  4. Hardy, R. (2018). Alternative Protein and Fermentation in Aquafeed.
  5. Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT), 2022. Teknik Fermentasi Pakan Ikan Berbasis Probiotik.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Panduan Lengkap Pembuatan Pakan Ikan Lele dengan Hasil Panen Lebih Cepat
  • Cara Menyusun Komposisi Pakan Ikan untuk Pertumbuhan Maksimal
  • Pakan Ikan Organik: Lebih Sehat, Lebih Untung?
  • Tips Menentukan Kandungan Protein Ideal dalam Pakan Ikan
  • Step-by-Step Cara Membuat Pakan Ikan Pelet Rumahan Anti Gagal

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • December 2025
  • November 2025

Categories

  • pakan ikan
  • pelatihan
  • pembuatan pakan ikan
  • soft skill
  • strategi
  • training
  • Uncategorized
©2026 My Blog | Design: Newspaperly WordPress Theme